Skip to content

Gde Dharma

Berbagi Kebaikan Melalui Tulisan

Menu
  • Home
  • Notes
  • Tutorials
  • Reviews
    • Culinary
    • Movies
    • Places
    • Technology
  • About
  • Contact Me
Menu
Sebagai Pembicara di APAC IPv6, New Delhi

Catatan Perjalanan dari New Delhi: Menengok Masa Depan IPv6 dan Menyusuri Jejak Sejarah India

Posted on November 8, 2026November 8, 2026 by adminku
Share on Social Media
xfacebooklinkedinwhatsapptelegram

Selalu menarik untuk berbagi cerita, walau kegiatannya mungkin sudah berlalu. Awal Oktober 2026 menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya. Pada tanggal 8 hingga 9 Oktober 2026, saya berkesempatan terbang ke New Delhi untuk bergabung sebagai anggota kontingen Republik Indonesia dalam perhelatan 5th APAC IPv6 Council Meeting 2026 di Constitutional Club of India. Menjadi bagian dari delegasi nasional tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri, terlebih forum internasional ini mempertemukan regulator, akademisi, operator telekomunikasi, dan praktisi teknologi dari berbagai penjuru kawasan Asia-Pasifik.

Berbagi Progres dan Tantangan Nyata Adopsi IPv6 di Indonesia

Pada hari kedua konferensi, saya mendapat kehormatan menjadi salah satu pembicara untuk menyampaikan update strategi percepatan dan adopsi IPv6 di Indonesia. Di hadapan delegasi regional, saya memaparkan potret riil kemajuan kita di tanah air—mulai dari tren kenaikan adopsi nasional hingga puluhan juta pelanggan yang jaringannya kini telah berstatus IPv6-enabled.

Meski demikian, substansi utama yang saya tekankan bukan sekadar deretan angka kepemilikan dan alokasi IP. Saya mengajak forum melihat tantangan di sisi permintaan (demand side): bagaimana mendorong kesiapan ekosistem aplikasi, layanan publik digital, penyedia cloud, dan konten lokal agar lalu lintas IPv6 kita benar-benar dimanfaatkan secara optimal di dunia nyata.

Diplomasi Teknologi: Bertemu KBRI, APJII, dan Praktisi Asia-Pasifik

Nilai paling berharga dari sebuah konferensi global kerap kali lahir dari interaksi hangat di luar panggung presentasi. Di sela kegiatan, saya berkesempatan bertukar pikiran langsung dengan Ketua APJII yang turut hadir untuk menyuarakan perspektif industri internet nasional. Selain itu, kami juga berdiskusi intensif dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi yang memberikan dukungan penuh bagi kelancaran misi delegasi RI.

Bertemu Perwakilan Kedubes RI di India

Pertukaran ilmu dengan delegasi dari negara tetangga seperti India, Malaysia, dan Nepal juga membuka banyak perspektif baru. Kami membedah topik-topik krusial yang sedang berkembang pesat, mulai dari standardisasi pengujian kepatuhan perangkat, penguatan keamanan siber pada ekosistem IoT, hingga persiapan infrastruktur digital untuk menghadapi era kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography). Banyak best practices regional yang sangat relevan untuk diadopsi dalam penyusunan kebijakan digital kita ke depan.

Menyusuri Kejayaan Sejarah New Delhi: Dari India Gate hingga Humayun’s Tomb Museum

Di sela-sela padatnya agenda diskusi protokol jaringan, saya menyempatkan diri menyerap kekayaan peradaban masa lalu dengan mengunjungi dua destinasi warisan sejarah terkemuka di New Delhi: India Gate dan Humayun’s Tomb Museum.

Kemegahan Heroik India Gate

India Gate di New Delhi

Destinasi pertama yang saya datangi adalah India Gate, sebuah monumen peringatan perang yang megah, setinggi 42 meter, yang berdiri kokoh di poros utama New Delhi. Monumen batu pasir ini dibangun untuk menghormati puluhan ribu prajurit British Indian Army yang gugur selama Perang Dunia I dan Perang Inggris-Afghan Ketiga. Keberadaan kobaran api abadi Amar Jawan Jyoti di pelatarannya menghadirkan nuansa khidmat, berpadu apik dengan keramaian warga lokal yang bersantai di taman terbuka di sekitarnya.

Harmoni Arsitektur di Humayun’s Tomb Museum

Humayun’s Tomb Museum di New Delhi

Perjalanan berlanjut ke Humayun’s Tomb, kompleks makam Kaisar Mughal kedua dari abad ke-16 yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lengkap dengan fasilitas museum modern di area gerbang masuknya. Kompleks makam ini menampilkan perpaduan memukau antara arsitektur Mughal dan Persia, ditandai dengan kubah marmer putih besar yang dikelilingi oleh tata ruang taman berbentuk empat persegi (charbagh). Menariknya, proporsi simetris yang elegan inilah yang menginspirasi rancangan agung Taj Mahal beberapa dekade kemudian. Melalui pameran interaktif di museumnya, pengunjung dapat mempelajari sejarah panjang restorasi dan kemegahan peradaban masa lalu secara mendalam.

Pengalaman Penuh Warna dan Uji Nyali Kuliner Lokal

Perjalanan singkat ke New Delhi ini benar-benar memberikan paket lengkap bagi saya: membawa pulang wawasan teknologi mutakhir untuk mempercepat adopsi IPv6 secara nasional, mempererat jejaring profesional lintas negara, sekaligus mengagumi mahakarya peradaban dunia.

Namun, di balik semua keberanian saya berbicara di panggung forum internasional dan menjelajahi sudut-sudut kota bersejarah, ada satu hal yang nyali saya masih belum cukup kuat untuk mencobanya: mencicipi deretan street food kaki lima khas India yang tingkat “higienis”-nya sudah melegenda di media sosial. Entah, apakah hal ini akan dipertimbangkan untuk kunjungan berikutnya ^^

About

Banyak cara untuk berbagi kebaikan. Salah satunya adalah dengan membuat tulisan yang bermanfaat untuk semua pembaca maupun penulis. Karena itu, website ini didedikasikan sebagai sebuah media berbagi manfaat untuk kita semua.

Kalender

APAC IPv6 Council Meeting (1) APJII (1) ASIOTI (1) Buku Putih IPv6 (1) C2C-CTF2026 (1) Constitutional Club of India (1) Cozystop Homestay (1) CyberSecuirty (1) DTE FT UI (6) Extensions (1) HB Rendah (1) Hindu (1) HospitalCation (1) Huawei (1) Humayuns Tomb Museum (1) IGD (1) IJECBE (2) India Gate (1) Infrastruktur Digital (1) IPv6 (1) IPv6 Indonesia (1) Jambore Pasraman (1) Jurnal FTUI (1) Komdigi (1) lomba (3) New Delhi Travel (1) Noble Numbat (1) OCR (1) OMR (1) Open Source (1) Operating System (1) Panitia (1) Pasraman (2) PEMILU 2024 (1) Pemrograman (1) Perjalanan (1) SIREKAP (1) Snippets (1) Tekkom (1) Tutorial (1) Ubuntu (1) Ubuntu 24.04 LTS (1) UDG (1) Visual Studio Code (1) Yogyakarta (1)

Follow Me

Web Counter

Flag Counter
© 2026 Gde Dharma | Powered by Superbs Personal Blog theme