Ketika gong pembukaan bergema di Hotel Padma Resort Legian, Kuta, Bali, pada pertengahan Agustus 2026, ada rasa haru dan lega yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Sebagai Ketua Panitia Pelaksana Country-to-Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026, momen tersebut merupakan puncak dari perjalanan panjang yang telah kami rintis sejak pertengahan 2025.
Mengawal sebuah kegiatan berskala internasional bukanlah hal yang sederhana. Banyak suka duka, dinamika, dan energi yang tercurah selama kurang lebih satu tahun persiapan demi menyukseskan ajang keamanan siber dunia ini di tanah air.
Suka Duka Di Balik Layar: Dari Proposal Hingga Venue
Persiapan C2C-CTF 2026 telah dimulai sejak akhir hingga pertengahan tahun 2025. Sebagai panitia pelaksana dari Universitas Indonesia (UI) yang bekerjasama dengan Universitas Udayana sebagai mitra lokal, tantangan pertama kami adalah menyusun proposal kerja sama dan menggalang kemitraan strategis.
Proses berburu sponsor dan dukungan institusi membutuhkan ketahanan ekstra. Namun, kerja keras tersebut berbuah manis dengan mengalir dukungan dari International Cyber Security Center of Excellence (INCS-CoE), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Keio University, hingga jajaran mitra industri seperti PT Spentera, Hitachi, PT Pertamina, PT Telkom, CompTIA, Huawei, DAMRI, Biznet, CSIRT.ID, dan idCARE.UI.
Keribetan tak berhenti di situ. Kami harus mengelola babak seleksi global yang diikuti oleh 712 peserta dari 38 negara. Dari proses seleksi ketat tersebut, tersaring para finalis yang berhak terbang ke Bali untuk berlaga secara tatap muka. Di saat yang sama, tim panitia harus bernegosiasi dan memastikan kesiapan teknis serta akomodasi venue di Hotel Padma Resort Legian, Kuta, agar standar pelayanan bagi delegasi mancanegara tetap terjaga dengan sempurna.
Momen Berharga: Audiensi Menteri hingga Kehadiran Gubernur Bali
Di balik kelelahan mengurus logistik dan administrasi, pengalaman memimpin kepanitiaan ini memberikan momentum berharga yang sangat membanggakan:
- Audiensi dengan Menteri Komunikasi dan Digital RI Pada 22 Juli 2026 di Jakarta, kami berkesempatan melakukan audiensi langsung dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Meutya Hafid. Dalam pertemuan tersebut, Menkomdigi mengapresiasi pentingnya penyelenggaraan C2C-CTF 2026 sebagai wadah strategis dalam mengasah talenta siber nasional di tengah dinamika geopolitik global.
- Pembukaan Resmi oleh Gubernur Bali Pada Selasa, 11 Agustus 2026, acara resmi dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster melalui pemukulan gong di Hotel Padma Resort Legian. Momen ini turut disaksikan oleh tokoh-tokoh penting seperti Prof. Satoru Tezuka dari Keio University/INCS-CoE, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah, serta Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar yang hadir mewakili Menkomdigi RI.
Merekam Rangkaian Kegiatan C2C-CTF 2026 di Bali
Selama rangkaian acara yang berlangsung pada 10–14 Agustus 2026, Bali menjadi pusat kolaborasi keamanan siber dunia yang mempertemukan mahasiswa dan peneliti dari berbagai kampus ternama seperti University of Cambridge, Keio University, Royal Holloway University of London, Edith Cowan University, University of Melbourne, ITB, hingga Universitas Indonesia.
Berikut adalah gambaran kegiatan yang kami kelola selama ajang berlangsung:
- Pembukaan & Welcome Reception (11 Agustus 2026): Acara dibuka secara megah dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi global tanpa batas negara untuk menghadapi ancaman siber.
- Pertandingan Utama / Main Match (12 Agustus 2026): Babak final menguji para finalis dalam tim multinasional melalui 29 tantangan teknis dengan tingkat kesulitan berjenjang (Easy, Medium, Hard). Tantangan mencakup 7 kategori utama: Web, Pwn, Crypto, Reverse, Forensics, Blockchain, dan Misc.
- Format Tim Multinasional & Pemenang: Uniknya ajang C2C-CTF, peserta dari negara yang berbeda digabungkan dalam satu tim untuk melatih komunikasi dan kolaborasi. Pada grand final, Tim METWO keluar sebagai Juara 1 (hadiah US$ 4.000), disusul PTR-CAT sebagai Juara 2 (US$ 2.500), dan Team 7 sebagai Juara 3 (US$ 1.500) yang mana salah satu anggotanya adalah mahasiswa DTE FTUI, Evandita Wiratama Putra.
- Workshop Teknis, FGD, & Capacity Building (13 Agustus 2026): Selain kompetisi, kami juga menyelenggarakan Technical Workshop, Focus Group Discussion (FGD) antara akademisi dan pejabat untuk mengeksplorasi riset siber, serta sesi Capacity Building yang seru bertajuk “Amazing Trace” sebelum penutupan dan pengumuman pemenang.
Refleksi Diri
Menahkodai C2C-CTF 2026 mengajarkan saya bahwa kepemimpinan dalam acara internasional bukan sekadar tentang mengeksekusi rencana, melainkan tentang membangun jembatan komunikasi—baik antar-panitia, dengan instansi pemerintah, sponsor, maupun delegasi dari puluhan negara.
Segala rasa lelah, dinamika revisi proposal, hingga keribetan negosiasi venue terbayar tuntas ketika melihat para talenta siber muda dunia saling berjabat tangan dan berkolaborasi di Bali. Pengalaman ini akan selalu menjadi salah satu babak terpenting dalam perjalanan personal dan profesional saya.
